Fans Ayara

19 April 2008

18 April 1979 - 18 April 2008

Terlambat 1 hari neh hehehe. Tak apalah ... daripada tidak sama sekali. Betul ?!!!?

Postingan kali ini, saya ingin berucap syukur alhamdulillah atas segala nikmat yang telah Alloh berikan untuk saya. Ah...malu rasanya sampai dengan hari ini belum banyak hal yang bisa saya lakukan untuk menunjukkan rasa cinta saya kepada sang kekasih hati "Alloh SWT", padahal sampai dengan hari ini, Dia tidak pernah berhenti dan bosan menghujani saya dengan hujan cinta, kasih sayang dan kenikmatan yang tiada tara. Terima kasih Alloh ...

Semoga Alloh senantiasa membimbing hati dan langkah saya, agar hidup saya menjadi lebih berarti dan bermakna bagi saya maupun orang-orang yang saya cintai Amin ...

Renungan tahun ini : "Masih belum boleh bersantai, karena perjuangan masih berlanjut ... fokus pada tujuan akhir, Insya Alloh kebahagian hakiki akan segera diraih.. Hayo Semangat !!!!"

"Indi.... terima kasih ya sayang untuk ucapan, kecupan serta doanya ... terima kasih sudah hadir dan menyemarakkan hidup bunda dan menjadikannya indah, kamulah yang menjadi alasan bunda tetap bertahan dan terus berjuang sampai hari ini... bunda mencintaimu nak ..."

15 April 2008

Welcome On Board (Episode II)

Hehehe... maaf ya lanjutannya baru digarap hari ini. Secara sibuuuuuukkkkkk banget deh...

Lanjut ya ....

Akhirnya bunda sampai juga di stasiun kereta sekitar jam 6.15 WIB. Beneran juga sampai stasiun dah rameeee banget .... akhirnya bunda muter otak ... harus naik kereta yang pertama datang. Nah, kereta yang pertama datang itu yang jurusan kota lewat manggarai, cikini, gondangdia truuuussss sampai tujuan akhir kota. Meski gak yakin banget nih kereta akan berhenti di Manggarai, tapi dah lah nekat aja.... siapa tahu nasib berpihak pada saya hehehehe (* inilah contoh yang tidak baik, terlalu bergantung pada nasib...).

Di dalam kereta yang berAC dan sebenarnya cukup nyaman sih, hanya saja karena penuh banget tetep aja saya harus berdiri.(*Fuuhh ... kapan ya transportasi di jakarta dan bekasi akan nyaman...? ). Saat ada petugas kereta yang memeriksa karcis penumpang, saya sempatkan bertanya ke salah satu petugas itu : "Pak, kira-kira nanti di stasiun manggarai kereta ini akan berhenti gak ya pak ?". Petugas itu menjawab :"tergantung bu, kalau sinyal merah berhenti kalau sinyal hijau ya jalan terus". Ooh ...my God ! Berarti saya masih harus berharap-harap cemas menanti sinyal apa yang akan muncul di Stasiun Manggarai sebagai stasiun yang menjadi tujuan saya. Setelah mengucapkan terima kasih pada Bapak petugas itu, saya terus mengucap doa dalam hati semoga kali ini nasib berpihak pada saya.

Stasiun Jatinegara telah berhasil dilewati dengan mulus tanpa tertahan sedetik pun, karena biasanya di stasiun ini kereta akan berjalan sangat pelan bahkan tertahan beberapa meter sebelum memasukinya atau bahkan saat berada di dalam stasiun tersebut. Begitulah apabila rel yang difungsikan hanya dua jalur untuk setiap jurusan Bekasi - Jakarta ataupun sebaliknya, setiap kereta akan bergantian menggunakan jalur yang ada, kalau tidak diatur sedemikian rupa bisa fatal akibatnya, tabrakan tak bisa dihindari. Kereta akan sangat lama tertahan jika sudah memasuki musim libur lebaran, karena lalu lintas perjalanan kereta api dari dan ke luar Jabotabek sangat padat, apalagi kalau kereta Argo lewat...wah bisa2 semua kereta disuruh berhenti dulu mempersilahkan kereta tersebut lewat. Ternyata gak cuma manusia aja yang punya kasta ya...kereta juga hehehehe.

Oh ya balik lagi ke perjalanan saya ya. Setelah melewati stasiun jatinegara sekitar 3 menit lagi kereta akan memasuki stasiun Manggarai (* kalau saya gak salah hitung waktunya lho heheheh). Dari stasiun Jatinegara, kereta yang menuju Kota melalui Manggarai-Cikini-Gambir akan mengambil jalur sebelah kiri dan agak menanjak sedikit, karena jalur kereta yang disebelah kanan dilewati oleh kereta jurusan Kota tetapi melalui stasiun pasar senen. Kereta saya mulai melewati jembatan kereta yang melintasi jalan raya dari dan menuju senen - kampung melayu, itu berarti tinggal beberapa saat lagi. Dalam hati saya terus berdoa, karena saat itu jam saya sudah menunjukkan pukul 7.00 pagi, itu berarti saya cuma punya waktu 30 menit untuk bisa sampai di kantor tepat waktu. "Tolong ya Alloh jangan sampai saya terlambat di hari pertama saya ... Please rubah sinyal menjadi merah...", begitu kira-kira doa saya saat itu di dalam hati. Saat kereta mulai memasuki stasiun Manggarai, terasa sekali jalannya agak melambat, saya pun saat itu sudah berada di gerbong 1 setelah bersusah payah berjalan menerobos kerumunan penumpang yang berdesak-desakan dari gerbong 4 sampai ke gerbong 1. Berjalan menerobos penumpang yang penuh sesak seperti itu dalam keadaan kereta berjalan, bukan perkara mudah, terkadang tubuh kita harus bersusah payah menahan keseimbangan agar tidak terjatuh tentunya sambil sesekali mengucapkan "Permisi mas, mba, pak, bu... saya mau ke depan" supaya mereka memberi jalan. Dan sesampainya di stasiun manggarai ternyata kereta saya... ah...

Hehehehe... maaf ya nyambung besok lagi ya. Tiba-tiba punggung saya agak sakit, mungkin karena saya sudah duduk agak lama ya. Memang setelah menderita HNP seperti ini, saya jadi kurang nyaman duduk untuk menulis dalam waktu lama. Tapi saya janji kalau ada kesempatan saya akan lanjutkan lagi.

Oh ya, terima kasih sudah mau membaca cerita saya. Tunggu ya di Episode berikutnya...!!!

01 April 2008

Welcome On Board ! (Episode I)

Itulah sapaan yang pertama kali bunda dapatkan saat pertama kali tiba di sana dan di perkenalkan oleh Manager SDM di situ ke seluruh staff dan dosen yang ada. Sapaan itu, muncul pertama kali dari Pak Rektor yang guanteng itu huahhehehehe.... (*mulai deh centil mode one kumat...) Dan sapaan-sapaan berikutnya untuk menyambut bunda adalah "Welcome to the jungle", "Selamat bergabung", "Senang berkenalan dengan anda". Dan bunda pun menjawab dengan "Terima kasih, mohon petunjuk dan bantuannya ya..." (*tentunya dengan senyum termanis yang bunda miliki loh..)

Baydewey, masih ingat khan dengan postingan yang berjudul "Mimpi yang menjadi kenyataan" ?
Nah... hari ini adalah hari pertama bunda bekerja di situ. Hari pertama yang dilalui dengan kejadian yang sempet bikin bunda sempet tegang, karena sakit takutnya telat... gak mungkin donk hari pertama terlambat...bukannya sombong hal itu belum pernah terjadi dalam sejarah karier daku dan jangan ampe deecchhh coz that not my style...*halah sok inggris dah...*

Jadi begini ceritanya sodara-sodara .... hari terakhir di PT GI, daku masih ngerjain printil2 kerjaan sambil memastikan semua akan berjalan dengan baik sepeninggalku. Karena belum ada yang penggantiku maka, beberapa rekan di sana dikaryakan...huh satu kebijakan aneh dari mantan bos ku yg harusnya gak perlu dilakukan. Okeh ndak perlu di bahas, cuma sedikit gak rela aja, hal-hal yang dah saya bangun di sana, new departement harus "mati suri" sementara waktu karena kebijakan yg super ajaib itu. Kepergian saya dari sana diiringi dengan hujan deras dan mati lampu di komplek perkantoran itu, alhasil bunda harus menggunakan senter untuk beresin barang2 bunda. Malam itu seolah-olah lingkungan itu sedih dan menangis karena kepergianku ...*halah hiperbola banget..* Loh kenyataannya malam itu seolah2 langit bersedih karena hujan yang berhenti2 sepanjang sore sampai malam.

Di rumah, bunda merasa lelah banget, padahal besok adalah hari pertama di tempat baru, pengennya sih istirahat dulu satu hari, tapi apa boleh di kata, kontrak telah di teken, dan daku must be profesional right ?

So, tepat tgl 1 april 2008, selasa pagi jam 6 tepat bunda berangkat diantar ayah dan ditemani juga oleh my sweet ayara naik motor, brrrr dingin banget rek! secara abis hujan malemnya. I Hope today is not april mop for me. hehehehe. Ayah saat itu menyarankan jangan lewat tol, karena kalau masuk kerja jam setengah 8 pasti terlambat. Ceritanya, bunda dikasih tau sama Manager SDM nya jam kerja di sana di mulai am setengah 8. Finally, bunda memutuskan naik kereta. Karena ayah hanya mengantar sampai pintu depan komplek perum Wisma Asri, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan angkot ke arah stasiun bekasi. Di dalam angkot, bunda iseng tanya sama salah satu penumpang yang duduk tepat di samping bunda, kira-kira kereta ke tanah abang jam berapa berangkatnya, dan di jawab sama dia jam 6. Wah, bunda liat jam udah jam 6.15 so gak mungkin toh ? Trus nanya lagi, kalau kereta ke Manggarai jam berapa ? Dia jawab lagi, jam 6.45, bunda mikir, jam 6.45 naik kereta ekonomi, belum kemungkinan tuh kereta datang telat (*dah jadi citra buat kereta ekonomi sering telat bo), trus belum ngetem dulu, paling telat jalan jam 7, belum lagi berhenti di tiap stasiun, trus jalan tuh kereta ekonomi pasti lelet kayak onta, halah.... gak mungkin deh...!!!!

Akhirnya, bunda nanya lagi ke penumpang tadi (*mungkin dalam hati dia, nanya mulu nih orang..). "Mba-mba, kalau situ mau naik kereta apa?" tanya bunda. "Saya naik kereta ekspres yang berangkat jam 6.25", jawab penumpang itu. "Ngomong-ngomong tuh kereta suka berhenti gak di manggarai?" tanya bunda lagi.(*pengalaman naik kereta waktu masih kerja di bilangan pecenongan, tuh kereta kadang2 berhenti di manggarai, yah untung2an sih hehehe. "Yah kadang2 mba, gak bisa dipastikan juga, tar kalau saya bilang berhenti gak taunya gak khan, kasihan mba" jawab dia. "Oke deh makasih ya..." jawab bunda mengakhiri pembicaraan, takut dibilang bawel hehehe padahal sih memang iya.

Waktu di angkot, jalan menuju stasiun dah macet banget... wah nyampe gak ya ?

Baydeway... udahan dulu ya ceritanya...bersambung abis pas lagi posting neh cerita, ayara rese neh, soalnya dia pengen maen game "Pangya"...halah..

Wait for me di episode II ya !!!